-
Pertama-tama kenali tubuh sendiri.
Berhentilah membandingkan dengan tubuh teman-teman Anda. Saat Anda mengenal cara kerja tubuh sendiri, maka akan lebih mudah untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya. -
Makan secara teratur dengan menu dan porsi yang cukup.
Seperti kata pepatah, "Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang." -
Lebih banyak konsumsi buah dan sayur.
Orang langsing rata-rata makan lebih dari satu sajian buah dan makan lebih banyak serat dan kurang lemak dibanding orang gemuk. Itu hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Dietetic Association tahun 2006. -
Jangan lupakan Sarapan pagi
Mulailah hari dengan menu dan porsi sarapan yang cukup. Ini akan membantu mengurangi asupan kalori di sepanjang sisa hari. -
Perbanyak Minum air putih.
Cukupi kebutuhan air putih anda minimal 2 liter per hari. -
Berolahragalah.
Jadikan itu sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi.Ber-aerobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak. Awalnya mungkin agak aneh mendengarnya. Tapi begitu Anda mulai, bisa-bisa Anda lupa berhenti. -
Bebas Gula
Cobalah 2 minggu tanpa gula. Rasanya luar biasa mengetahui napsu makan Anda yang biasanya tak bisa dipendam berangsur-angsur menghilang. -
Jangan melakukan tindakan ekstrim.
Tindakan ekstrim maksudnya seperti sama sekali tak makan demi kurus dalam waktu cepat. Yang terbaik adalah makan dalam porsi sedikit, yang mencakup tiga nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan dua camilan tiap hari untuk metabolisme yang lebih efisien. -
Gosok gigi segera
Setelah makan malam segera gosok gigi untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis. -
Jangan sekali-kali kompensasikan perasaan ke makanan.
Kebiasaan yang sangat tidak baik bila kita makan berlebih di saat-saat perasaan kita sedang buruk ataupun terlalu gembira. Pada umumnya orang yg terlalu terbawa emosi sesaat agak susah mengontrol pola makannya.
Kamis, 27 September 2012
Cara Diet Baru, Makan di Tempat Remang-remang
Liputan6.com, Washington: Pencahayaan sama halnya dengan musik yang bisa mempengaruhi keinginan makan. Mengencangkan dan mengecilkan suara lagu serta meredupkan lampu di sebuah restoran cepat saji bisa membantu pengunjung menikmati makanannya lebih sedikit.
Demikian menurut penelitian Amerika Serikat (AS).
Setelah mengubah bagian dari restoran cepat saji di Illionis dengan musik dan pencahayaan yang ringan, peneliti menemukan konsumen cenderung menurunkan kalori sebanyak 18 persen dibandingkan mereka yang makan di restoran yang tidak dimodifikasi.
"Ketika lampu meredup dan suara dilembutkan di dalam restoran itu tidak mengubah orang memesan makanan, tapi itu juga mengarahkan mereka sedikit makan dan membuat mereka lebih bahagia dan tertarik," kata Brian Wansink, profesor dari perilaku pemasaran dan konsumen di Cornell University di New York.
Studi itu dipublikasikan dalam jurnal Psychological Reports.
Wansink dan Koert van Ittersum, dari Georgia Institute of Technology, mengatakan, lampu-lampu terang, warna merangsang, suara musik yang keras di restoran cepat saji tidak dirancang untuk menjadi santai. Jadi mereka meningkatkan suasana hati di bagian restoran Hardee untuk penelitian, dengan menambahkan tanaman, lukisan, lampu yang tidak langsung, taplak meja, lilin dan musik instrumental.
Setelah pelanggan duduk di kedua bagian, restoran yang asli dan restoran yang dibenahi, mereka diberi batas waktu berapa lama mereka makan dan berapa banyak kalori yang mereka konsumsi.
Pelanggan di bagian restoran yang dimodifikasi makan lebih lama daripada mereka di ruang makan utama, mengonsumsi kalori lebih sedikit dan makanan lebih menyenangkan.
"Menghabiskan waktu makan lebih lama membuat kecepatan lebih lamban karena lebih santai dan membuat dunia yang berbeda, bukan hanya berapa banyak yang mereka makan, tetapi berapa banyak mereka menyukainya," kata Wansink.
"Hasil ini menunjukkan bahwa lingkungan yang lebih santai meningkatkan kepuasan dan mengurangi konsumsi," tambahnya.
Sekitar satu dari tiga orang dewasa dan satu dari enam anak-anak dan remaja di Amerika Serikat mengalami obesitas. Wansink, yang mengirimkan temuan ke rantai restoran, mengatakan beberapa perubahan sederhana bisa membantu orang makan lebih baik dan menikmati lebih banyak makanan.
"Jika musik lembut dan pencahayaan lembut tampaknya membuat orang makan lebih sedikit dalam situasi makanan cepat saji, mengapa tidak mencoba hal yang sama di rumah?" kata Wansink.(Reuters/MEL)
sumber
Demikian menurut penelitian Amerika Serikat (AS).
Setelah mengubah bagian dari restoran cepat saji di Illionis dengan musik dan pencahayaan yang ringan, peneliti menemukan konsumen cenderung menurunkan kalori sebanyak 18 persen dibandingkan mereka yang makan di restoran yang tidak dimodifikasi.
"Ketika lampu meredup dan suara dilembutkan di dalam restoran itu tidak mengubah orang memesan makanan, tapi itu juga mengarahkan mereka sedikit makan dan membuat mereka lebih bahagia dan tertarik," kata Brian Wansink, profesor dari perilaku pemasaran dan konsumen di Cornell University di New York.
Studi itu dipublikasikan dalam jurnal Psychological Reports.
Wansink dan Koert van Ittersum, dari Georgia Institute of Technology, mengatakan, lampu-lampu terang, warna merangsang, suara musik yang keras di restoran cepat saji tidak dirancang untuk menjadi santai. Jadi mereka meningkatkan suasana hati di bagian restoran Hardee untuk penelitian, dengan menambahkan tanaman, lukisan, lampu yang tidak langsung, taplak meja, lilin dan musik instrumental.
Setelah pelanggan duduk di kedua bagian, restoran yang asli dan restoran yang dibenahi, mereka diberi batas waktu berapa lama mereka makan dan berapa banyak kalori yang mereka konsumsi.
Pelanggan di bagian restoran yang dimodifikasi makan lebih lama daripada mereka di ruang makan utama, mengonsumsi kalori lebih sedikit dan makanan lebih menyenangkan.
"Menghabiskan waktu makan lebih lama membuat kecepatan lebih lamban karena lebih santai dan membuat dunia yang berbeda, bukan hanya berapa banyak yang mereka makan, tetapi berapa banyak mereka menyukainya," kata Wansink.
"Hasil ini menunjukkan bahwa lingkungan yang lebih santai meningkatkan kepuasan dan mengurangi konsumsi," tambahnya.
Sekitar satu dari tiga orang dewasa dan satu dari enam anak-anak dan remaja di Amerika Serikat mengalami obesitas. Wansink, yang mengirimkan temuan ke rantai restoran, mengatakan beberapa perubahan sederhana bisa membantu orang makan lebih baik dan menikmati lebih banyak makanan.
"Jika musik lembut dan pencahayaan lembut tampaknya membuat orang makan lebih sedikit dalam situasi makanan cepat saji, mengapa tidak mencoba hal yang sama di rumah?" kata Wansink.(Reuters/MEL)
sumber
Selasa, 25 September 2012
Cara Diet Paling Aneh yang Berkhasiat
Anda akan terlihat gila saat melakukannya. Anehnya, cara ini malah ampuh untuk menurunkan berat badan lho. Apalagi jika Anda termasuk orang yang sulit melakukan diet. Penasaran? Beriku adalah lima cara diet paling aneh yang ternyata berkhasiat, seperti dilansir Rider's Digest.
1. Mengendus bau apel, pisang atau peppermint
Anda mungkin berpikir ini aneh. Namun, itu benar-benar bekerja kawan. Dr Alan R. Hirsch dari Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago pernah melakukan penelitian pada 3000 relawan. Apa hasilnya? Ternyata, mengendus bau buah secara intens benar-benar bisa mengurangi rasa lapar. Trik membuat otak berpikir bahwa Anda telah memakannya.
2. Makan di depan cermin
Sebuah studi menemukan bahwa makan di depan cermin bisa mengurangi jumlah porsi makan seseorang, bahkan hampir sepertiganya. Bayangan diri di depan cermin bisa mengingatkan seseorang tentang usahanya untuk menurunkan berat badan.
3. Menghias rumah dengan warna biru
Percaya atau tidak, warna biru berfungsi sebagai penekan nafsu makan. Sebaliknya, hindari warna merah, kuning, dan oranye di ruang makan Anda. Sebuah studi mengungkapkan bahwa warna-warna ini malah meningkatkan nafsu makan Anda.
4. Memotret makanan
Sebagian orang suka memotret makanan yang mereka pesan di restoran. Ternyata, kebiasaan ini bisa meningkatkan keinginan kita untuk berdiet lho. Kenapa? Karena bukti visual membuat kita berpikir ulang tentang dampak makan berlebihan.
5. Le Petit Secret
Ini nih rahasia langsing wanita Perancis. Mereka akan mengikatkan pita di pinggang dan menyembunyikannya di balik pakaian, terutama saat pergi untuk makan malam. Itu membuat mereka sadar tentang seberapa banyak mereka telah makan.
Cara diet ini memang terbilang cukup aneh. Apalagi ada beberapa cara yang sangat tidak biasa di telinga kita. Namun, ini betul-betul berkhasiat untuk menurunkan berat badan lho.
Sumber : Merdeka.com
1. Mengendus bau apel, pisang atau peppermint
Anda mungkin berpikir ini aneh. Namun, itu benar-benar bekerja kawan. Dr Alan R. Hirsch dari Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago pernah melakukan penelitian pada 3000 relawan. Apa hasilnya? Ternyata, mengendus bau buah secara intens benar-benar bisa mengurangi rasa lapar. Trik membuat otak berpikir bahwa Anda telah memakannya.
2. Makan di depan cermin
Sebuah studi menemukan bahwa makan di depan cermin bisa mengurangi jumlah porsi makan seseorang, bahkan hampir sepertiganya. Bayangan diri di depan cermin bisa mengingatkan seseorang tentang usahanya untuk menurunkan berat badan.
3. Menghias rumah dengan warna biru
Percaya atau tidak, warna biru berfungsi sebagai penekan nafsu makan. Sebaliknya, hindari warna merah, kuning, dan oranye di ruang makan Anda. Sebuah studi mengungkapkan bahwa warna-warna ini malah meningkatkan nafsu makan Anda.
4. Memotret makanan
Sebagian orang suka memotret makanan yang mereka pesan di restoran. Ternyata, kebiasaan ini bisa meningkatkan keinginan kita untuk berdiet lho. Kenapa? Karena bukti visual membuat kita berpikir ulang tentang dampak makan berlebihan.
5. Le Petit Secret
Ini nih rahasia langsing wanita Perancis. Mereka akan mengikatkan pita di pinggang dan menyembunyikannya di balik pakaian, terutama saat pergi untuk makan malam. Itu membuat mereka sadar tentang seberapa banyak mereka telah makan.
Cara diet ini memang terbilang cukup aneh. Apalagi ada beberapa cara yang sangat tidak biasa di telinga kita. Namun, ini betul-betul berkhasiat untuk menurunkan berat badan lho.
Sumber : Merdeka.com


